Bibit Pisang Unggul

bibit pisang cavendish

Syarat Tumbuh Tanaman pisang

Tanaman Pisang dapat tumbuh di daerah yang mempunyai jangka waktu musim kemarau antara 0 – 4,5 bulan dan bercurah hujan antara 650 -5.000 mm per tahun. Sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman pisang adalah berkisar antara 21 -29,5 derajat C. Ketinggian daerah yang cocok untuk tanaman pisang adalah 0 s/d 1.000 m dpl. Namun untuk beberapa jenis pisang dapat tumbuh pada ketinggian 2.000 m dpl. Berkaitan dengan jenis tanah, pada tanh kurang subur pun pisang dapat tumbuh. Tempat tumbuh yang baik bagi pisang adalah tanah yang mengandung lempung dan diolah dengan baik, sedikit mengandung kerikil dan tanpa genangan air. Tanaman pisang bisa juga ditanan pada dataran rendah yang beriklim lembab dengan suhu udara antara 15 -35 derajat Celcius dan pH tanah adalah 4,5 -7,5.

Penyebaran Tanaman Pisang

Tanaman pisang dapat tumbuh di daerah yang mempunyai jangka waktu musim kemarau antara 0 – 4,5 bulan dan bercurah hujan antara 650 -5.000 mm per tahun. Sedangkan suhu yang cocok untuk tanaman pisang adalah berkisar antara 21 -29,5 derajat C. Ketinggian daerah yang cocok untuk tanaman pisang adalal 0 s/d 1.000 m dpl. Namun untuk beberapa jenis pisang dapat tumbuh pada ketinggian 2.000 m dpl. Berkaitan dengan jenis tanah, pada tanh kurang subur pun pisang dapat tumbuh. Tempat tumbuh yang baik bagi pisang adalah tanah yang mengandung lempung dan diolah dengan baik, sedikit mengandung kerikil dan tanpa genangan air.

Masa Daur Tanaman Pisang

Setiap rumpun tanaman pisang mempunyai daur hidup 4 – 6 tahun, sesudah mencapai batas umur tersebut produktivitasnya akan menurun. Pisang dikembangkan dengan cara pembiakan vegetatif berupa anakan atau belahan bonggol.

Syarat Pembibitan Pisang Unggul

bibit pisang cavendish

Bibit pisang unggul adalah salah satu cara untuk mendapatkan hasil budidaya pisang yang memuaskan. Untuk itu, ada beberapa standar bibit pisang unggul berikut ini :

  • Setiap rumpun paling banyak 2 – 3 pohon. ·
  • Kemiringan lahan maksimum 45 derajat, lahan harus diteras, tanaman sela dan penguat teras dipelihara dengan baik dan bahan mulsa (sisa dedaunan) dikumpulkan di bawah pohon pisang. ·
  • Kalau kesuburan tanah rendah, perlu dilakukan pemupukan dengan pupuk kompos secukupnya atau dengan pupuk buatan.
  • Ukuran pemupukan dengan menggunakan pupuk buatan adalah pupuk ZA 200 g/tanaman/tahun, pupuk TSP 100 g/tanaman/tahun, pupuk KCl 150 g/tanaman/tahun.

Pengendalian Hama

Penyakit layu pada pisang terdiri dari: penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysparum. Jamur penyebab penyakit ini hidup di dalam tanah, masuk ke dalam akar, selanjutnya masuk ke dalam bonggol dan jaringan pembuluh. Gejala dari penyakit ini adalah sepanjang jaringan pembuluh pada batang semu berwarna coklat kemerahan. Daun menguning dan menjadi layu, tangkainya menjadi terkulai dan patah. Kadang-kadang lapisan luar batang semu terbelah dari bawah ke atas. Yang paling khas adalah jika pangkal batang dibelah membujur, terlihat garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal dan tankai daun. Penularan penyakit ini dapat melalui bibit, tanah dan air yang mengalir mengandung spora jamur.

Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Disebut juga penyakit dara, karena bila akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong maka keluar cairan kental yang berwarna kemerahan dari berkas pembuluh. Gejala penyakit ini pada tanaman pisang adalah layunya daun-daun tua sebelum waktunya, daun menguning dan mati, pada tanaman muda terjadi kelayuan yang menyeluruh. Penularan penyakit ini dapat terjadi melalui bibit terinfeksi, serangga yang mengunjungi bunga, alat-alat pemangkasan dan kontak akar. · Menanam bibit pisang yang sehat. · Melakukan pemupukan yang seimbang. · Sanitasi dan drainase kebun yang baik agar waktu hujan, air tidak mengalir dan tergenang di permukaan tanah. · Memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka pada akar. · Untuk mencegah penularan oleh serangga melalui luka pada bunga yang rontok, maka dapat dilakukan pemotongan jantung.

Sumber : IPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *